<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KabarDinar &#124; Perkembangan Dinar Islam</title>
	<atom:link href="http://www.kabardinar.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kabardinar.web.id</link>
	<description>Dinar untuk Investasi dan Proteksi Nilai yang Syari&#039;i</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 May 2010 04:59:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ada Gajah Di Ruang Tamu Kita…?</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/ada-gajah-di-ruang-tamu-kita%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/ada-gajah-di-ruang-tamu-kita%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Anda tersiksa seumur hidup dengan pekerjaan Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Change Management Training]]></category>
		<category><![CDATA[gajah]]></category>
		<category><![CDATA[gajah nongkrong di ruang tamu]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Breaking]]></category>
		<category><![CDATA[Mr. Stuck]]></category>
		<category><![CDATA[System hukum]]></category>
		<category><![CDATA[tes sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Wa Allahu A’lam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[
“Yang demikian  (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan  merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum,  hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan  sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS 8:53)
Ilustrasi ini saya ambil dari materi Ice  Breaking pada Change [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/gajah.jpg" alt="" width="300" height="227" /></p>
<p>“<em>Yang demikian  (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan  merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum,  hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan  sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui</em>”. (QS 8:53)</p>
<p>Ilustrasi ini saya ambil dari materi <em>Ice  Breaking</em> pada <em>Change Management Training</em> beberapa tahun lalu.   Ceritanya adalah tentang orang kebanyakan yang terjebak dalam  kondisi yang sangat tidak menyenangkan, tetapi karena tidak bisa/tidak  mau merubahnya sampai lama kelamaan terbiasa hidup dengan kondisi  tersebut.<span id="more-55"></span></p>
<p>Suatu hari Mr. Stuck yang sangat letih  pulang kerja mendapati ada seekor gajah yang nongkrong di ruang tamunya.  Meskipun kaget, sedih dan jengkel bukan kepalang – karena keletihannya  Mr.Stuck memutuskan untuk membiarkan gajah tersebut di ruang tamunya dan  berharap bisa mengusirnya esuk pagi setelah kondisinya segar.</p>
<p>Esuk paginya Mr. Stuck bangun kesiangan  seperti biasanya, dia buru-buru berangkat kerja. Ketika melihat gajah  masih nongkrong di ruang tamunya, dia berniat – nanti saja sepulang  kerja mengusir gajah tersebut. Sore hari ketika dia pulang kerja,  kembali sangat letih – dan memutuskan untuk mengusir gajah esuk pagi  saja.</p>
<p>Begitu seterusnya, hari berganti hari –  tahun berganti tahun; Mr. Stuck meskipun dengan perasaan jengkel – dia  dengan terpaksa hidup bersama gajah di ruang tamu seumur hidupnya.</p>
<p>Fenomena gajah di ruang tamu ini adalah  cerminan hal yang mengagetkan, tidak seharusnya, menjengkelkan dlsb.   yang ada di sekitar kita dalam bentuk yang bisa bermacam-macam.   Dalam skala bangsa Indonesia yang lagi hangat misalnya adalah  system hukum kita yang terasa sangat timpang.</p>
<p>Orang-orang kecil yang mencuri semangka, buah kakau, pisang  dipenjara. Sementara yang merugikan negara trilyunan melenggang bebas,  yang mengobok-ngobok kewibawaan hukum juga bebas. <em>Well</em> kalau toh diantara  yang mengobok-ngobok rasa keadilan tersebut akhirnya di penjara, dia  tetap hidup mewah bak hotel bintang lima di dalam penjara.</p>
<p>System hukum yang demikian ini jelas sangat menjengkelkan  kita sebagai rakyat, mungkin juga menjengkelkan para pemimpin negeri  ini….tetapi karena mereka sangat letih dengan perbagai persoalan, saya  tidak heran kalau sampai bertahun kedepan akan tetap ada ‘gajah  nongkrong di ruang tamu’ tersebut di system hukum kita.</p>
<p>Dalam skala pribadi, masing-masing kita juga kadang punya  masalah dengan tamu yang tidak diundang tersebut – gajah yang sudah  terlanjur nongkrong di ruang tamu kita. Salah satu contohnya adalah  pekerjaan yang tidak kita sukai, tetapi terpaksa kita jalani seumur  hidup kita sampai pensiun.</p>
<p>Ada tes sederhana yang  dapat mengukur apakah Anda cocok dan dapat menikmati pekerjaan Anda atau  sebaliknya. Tes ini adalah dengan melihat apa yang Anda rasakan setiap  Minggu sore/malam.  Bila setiap minggu malam Anda lebih  sering bahagia menyongsong pekerjaan esuk hari, maka kemungkinan  besarnya pekerjaan tersebut memang cocok untuk Anda dan Anda dapat  menikmatinya.</p>
<p>Sebaliknya, bila Anda  tidak bisa menikmati akhir pekan Anda karena membayangkan pekerjaan yang  tidak menyenangkan hari Senin-nya; maka sangat bisa jadi pekerjaan yang  Anda tekuni ini memang tidak cocok untuk Anda sehingga Anda tidak bisa  menikmatinya. Bila ini yang terjadi maka pekerjaan inilah yang disebut  ada gajah nongkrong di ruang tamu Anda. Hanya Anda sendiri yang bisa  mengusir gajah tersebut, karena kalau tidak maka gajah tersebut tetap  nongkrong di ruang tamu Anda sampai Anda pensiun – artinya Anda tersiksa  seumur hidup dengan pekerjaan Anda. Wa Allahu A’lam.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/ada-gajah-di-ruang-tamu-kita%e2%80%a6.html" title="melihat gajah yang bisa bekerja">melihat gajah yang bisa bekerja</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.045 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/ada-gajah-di-ruang-tamu-kita%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noise Dan Signal Dalam Pasar Emas…</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[fundamenta]]></category>
		<category><![CDATA[Gold Dinar Quadrant]]></category>
		<category><![CDATA[investor emas]]></category>
		<category><![CDATA[komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[naik turunnya harga emas dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Noise]]></category>
		<category><![CDATA[Noise Dan Signal]]></category>
		<category><![CDATA[pelepasan emas IMF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering  mendapat pertanyaan terutama dari klien-klien yang baru atau calon klien  tentang naik turunnya harga emas dunia; pertanyaan ini lebih sering  muncul pada saat terjadi perubahan drastik – baik itu harga naik ataupun  harga turun. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjawab secara umum –  mayoritas dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Dalam pasar mata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/signal.jpg" alt="" width="305" height="224" />Saya sering  mendapat pertanyaan terutama dari klien-klien yang baru atau calon klien  tentang naik turunnya harga emas dunia; pertanyaan ini lebih sering  muncul pada saat terjadi perubahan drastik – baik itu harga naik ataupun  harga turun. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjawab secara umum –  mayoritas dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.</p>
<p>Dalam pasar mata uang, pasar modal, komoditi dan tak  terkecuali pasar emas ada istilah <em>Noise And Signal</em> yang berperan dalam  pergerakan harga. Seperti ketika Anda mencari gelombang radio, ketika  gelombang yang Anda putar tidak terlalu pas, stasiun terlalu lemah atau  terlalu jauh – ada suara <em>kresek-kresek </em>yang tidak jelas –  itulah <em>Noise</em>. Sementara bila Anda bisa menangkap suara yang sangat  jelas, maka itulah <em>Signal</em> yang sesungguhnya.<span id="more-53"></span></p>
<p>Di pasar emas (juga pasar modal, pasar uang dlsb); <em>Noise</em> adalah issue-issue  sesaat yang berpengaruh pada fluktuasi harga emas. Namanya juga issue –  bisa benar, bisa juga salah – bahkan bisa juga di rekayasa oleh pihak  tertentu. Sifat pengaruhnya jangka pendek, setelah issue atau penyebab  jangka pendek  tersebut mereda – maka harga emas akan  kembali ke trend yang semula.</p>
<p>Contoh issue sesaat yang  menjadi <em>Noise</em> di pasar emas secara berulang-ulang adalah (rencana) <a href="http://geraidinar.com/2008/05/hikayat-imf-dan-rencana-penjualan.php">pelepasan emas IMF</a> yang saya tulis di  blog saya satu setengah tahun lalu (7 Mei 2008). Contoh lain adalah  jatuhnya harga emas dunia akhir pekan ini setelah Amerika mengeluarkan  data pengangguran yang ternyata tidak seburuk yang disangkakan oleh  pasar – meskipun data ini juga diragukan oleh banyak pihak.</p>
<p>Bila <em>Noise</em> bisa disebabkan oleh issue sesaat yang tidak  harus benar; tidak demikian halnya dengan <em>Signal</em>. <em>Signal</em> disebabkan oleh alasan  yang bersifat fundamental dan biasanya berdampak dan teruji dalam  jangka panjang. Dalam harga emas dunia yang dihitung dengan uang US$  misalnya; alasan fundamental yang mempengaruhi harga emas dunia antara  lain ya nilai uang US$ itu sendiri. Uang US$ sangat dipengaruhi oleh  fundamental ekonomi Amerika, maka harga emas dunia dalam US$ sangat  dipengaruhi oleh ekonomi Amerika.</p>
<p>Di  negara seperti Indonesia harga emas dalam Rupiah; <em>Signal</em> naik turunnya dalam  jangka panjang selain tergantung ekonomi Amerika (karena harga emas  internasionalnya tetap dalam US$) juga tentu saja  sangat  tergantung dengan ekonomi Indonesia sendiri , untuk ini lihat tulisan  saya tentang <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=70:quadrant&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Mengenal  Gold Dinar Quadrant</a>.</p>
<p>Grafik diatas adalah  contoh <em>Noise</em> dan <em>Signal </em>ini; contoh <em>Noise</em> besar saya ambilkan  periode antara Maret 2008 s/d November 2008 dimana pada periode tersebut  harga emas dunia turun sampai 21 %-nya. Penyebabnya adalah issue-issue  penyelamatan krisis ekonomi yang tidak jelas selama periode tersebut  disamping juga <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=166:musim-membeli-emasdinar&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">faktor  musiman</a>. Bila Anda investor emas atau Dinar yang baru dan hanya  menangkap <em>Noise</em>, maka pastilah Anda pada periode tersebut kecewa dengan  penurunan ini.</p>
<p>Untuk contoh Signal yang  sangat jelas saya ambilkan harga emas dunia dari rentang waktu Januari  2000 sampai awal Desember 2009 ini atau rentang waktu 10 tahun terakhir,  dimana harga emas dunia dalam US$ naik menjadi lebih dari 3 kali  lipatnya (323 %); maka bila Anda investor emas atau Dinar yang  berorientasi jangka panjang – kemungkinan besar Anda telah menangkap dan  memanfaatkan Signal yang sangat jelas ini.</p>
<p>Karena saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk  berspekulasi dengan harga emas jangka pendek; maka memahami Signal yang  mempengaruhi atau menggerakkan harga emas jangka panjang adalah tema  sentral dari tulisan-tulisan saya di situs ini. Wa Allahu A’lam.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="pasar emas dunia">pasar emas dunia</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="contoh noise">contoh noise</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="issue emas">issue emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="Pasaran emas dunia">Pasaran emas dunia</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="fluktuasi emas di indonesia dipengaruhi">fluktuasi emas di indonesia dipengaruhi</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="signal emas">signal emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="pasar pasar emas">pasar pasar emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="cache:34MTPt0l6TUJ:www kabardinar web id/tag/komoditi pertanyaan untuk komoditi">cache:34MTPt0l6TUJ:www kabardinar web id/tag/komoditi pertanyaan untuk komoditi</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="pasar dunia emas">pasar dunia emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html" title="noise in signal">noise in signal</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.285 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/noise-dan-signal-dalam-pasar-emas%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneurship : Beranikah Anda Membakar Kapal Anda…?</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa Aztecs]]></category>
		<category><![CDATA[CIED (Center for Islamic Entrepreneurship Development)]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa MUI bahwa bunga bank haram]]></category>
		<category><![CDATA[Hernando Cortez]]></category>
		<category><![CDATA[Isy Kariman au Mut Syahidan]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Roderick]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Thariq Bin Ziyad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah  Islam ada panglima perang yang memiliki strategi luar biasa, benar-benar  luar biasa karena tidak pernah dilakukan oleh siapapun  sebelumnya.  Panglima perang tersebut adalah Thariq Bin Ziyad yang pada tahun 97 H  (sekitar tahun 710 Masehi) memimpin 7,000 pasukan Islam memasuki Spanyol  yang dijaga oleh 25,000 pasukan pimpinan Raja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/shipburn.jpg" alt="" width="389" height="358" />Dalam sejarah  Islam ada panglima perang yang memiliki strategi luar biasa, benar-benar  luar biasa karena tidak pernah dilakukan oleh siapapun  sebelumnya.  Panglima perang tersebut adalah Thariq Bin Ziyad yang pada tahun 97 H  (sekitar tahun 710 Masehi) memimpin 7,000 pasukan Islam memasuki Spanyol  yang dijaga oleh 25,000 pasukan pimpinan Raja Roderick.</p>
<p>Untuk menyemangati pasukannya agar tidak  gentar melawan musuh yang memiliki kekuatan jauh lebih besar, dan agar  tidak ada satupun dari pasukaannya yang berpikir untuk ambil langkah  mundur  &#8211; apa yang di lakukan Thariq ?, dia membakar  seluruh kapal-kapal yang dipakai pasukannya untuk mencapai pantai  tenggara Spanyol. Ketika pasukannya bertanya-tanya tentang apa yang  dilakukan sang panglima ini, Thariq menjawabnya dengan pidato yang  terkenal sbb :<span id="more-51"></span></p>
<p>“<em>Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang  kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi  Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah  bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada  di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan  pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara  kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan  selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian.  Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini,  tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan  hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi  berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian</em>”.</p>
<p>Tekad yang sangat  kuat untuk hidup mulia atau mati syahid “<em>Isy Kariman au Mut Syahidan</em>”  inilah yang dapat membawa kejayaan Islam dari waktu ke waktu.</p>
<p>Kita tahu akhirnya  dalam sejarah bahwa diawali oleh tekad yang sangat kuat dan  kebergantungan kepada Allah semata tersebut, Islam menjangkau wilayah  yang paling luas beberapa puluh tahun kemudian setelah strategi ini  ditempuh Thariq dan pasukan-pasukannya.</p>
<p>Ketika cerita tentang Thariq ini diajarkan  secara turun temurun baik di dunia Islam maupun diluar Islam, maka  sekitar 800 tahun kemudian, kurang lebih sepuluh generasi setelah Islam  masuk Spanyol – anak keturunan bangsa Spanyol yang bernama Hernando  Cortez &#8211; pun meniru bulat-bulat strategi Thariq tersebut diatas ketika  ia memimpin ekspedisi penaklukan ke Mexico.</p>
<p>Hernando Cortez  yang memimpin expedisi penaklukan bangsa Aztecs untuk merebut emas dan  harta-harta lainnya ini membakar keseluruhan 11 kapal yang digunakan  untuk membawa pasukannya mencapai daratan Mexico. Dengan demikian tidak  ada pikiran untuk mundur, jalan hanya satu arah yaitu maju kedepan.</p>
<p>Kita juga tahu  hasil dari kebulatan tekat Hernando Cortez ini, sampai sekarang bahasa  resmi yang dipakai di Mexico adalah bahasa Spanyol. Ini menunjukkan  betapa berhasilnya Hernando Cortez meniru strategi Thariq Bin Ziyad  dalam upayanya untuk menaklukkan Mexico yang menjadi jajahan Spanyol  sampai beratus tahun kemudian.</p>
<p>Kalau seorang Hernando Cortez saja bisa belajar  dan menikmati ke-sukses-an dari meniru strategi  Panglima  Perang Islam Thariq Bin Ziyad, masa kita umat Islam di masa kini tidak  bisa mencapai kesuksesan dengan belajar dari keberhasilan tokoh pejuang  sekaliber Thariq ini ?.</p>
<p>Kalaulah  medan kita bukan atau belum medan perang saat ini, minimal strategi  Thariq dengan membakar kapal ini bisa kita terapkan di tekad kita untuk  membangun usaha, untuk meninggalkan tempat kerja yang kita ragukan  ‘kebersihan’-nya misalnya.</p>
<p>Dari  pengalaman saya berinteraksi dengan sekian banyak peserta Pesantren  Wirausaha dan juga peserta yang ikut pelatihan CIED (Center for Islamic  Entrepreneurship Development) , penghalang terbesar dari setiap peserta  yang ingin menjadi entrepreneur adalah keberaniannya untuk benar-benar   terjun ke usaha – serta benar-benar meninggalkan pekerjaan  sebelumnya.</p>
<p>Pengalaman saya  sendiri-pun menunjukkan demikian; tidak kurang dari enam kali usaha  berwiraswasta yang saya lakukan diluar jam kantor &#8211; ketika saya masih  aktif sebagai eksekuitif ; tidak satupun yang berhasil. Yang ketujuh,  kedelapan dan seterusnya insyaallah berhasil karena kapal saya  benar-benar saya bakar.</p>
<p>Untuk  mencapai karir puncak di Industri asuransi &amp; investasi di usia  muda,  dengan sangat bersusah payah saya peroleh gelar profesi yang  paling tinggi di New Zealand, Australia dan Inggris. Sangat sedikit  professional asuransi &amp; investasi Indonesia yang mencapai pengakuan  semacam ini. Namun sejak lahirnya fatwa MUI bahwa bunga bank haram awal  2004 ( Fatwa No 1 Tahun 2004 Tentang Bunga), tidak ada lagi yang perlu  diperdebatkan mengenai keharaman bunga bank dan produk-produk yang  terkait dengannya di dunia finansial &#8211; maka pekerjaan saya sebelumnya  harus saya tinggalkan.</p>
<p>Maka  alhamdulillah kapal yang namanya gelar professional dan karir puncak di  industri finansial tersebut telah habis saya bakar dua tahun lalu.  Sejak saat itu, mirip yang dilakukan oleh Thariq dan juga Cortez, medan  ‘pertempuran’ saya menjadi medan ‘pertempuran’ yang sama sekali baru.  Tidak mudah, tetapi juga tidak mustahil – hanya pertolongan Allah-lah  yang menjadikan yang sukar itu mudah.</p>
<p>Jadi bagi Anda yang ingin pindah quadrant  dari pegawai/eksekutif ke pengusaha, bila Anda berani membakar kapal  Anda,  Insyallah Andapun juga bisa berhasil….!. Wa Allahu  A’lam.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="sejarah panglima perang islam">sejarah panglima perang islam</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="membakar kapal">membakar kapal</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="Penaklukan hernando cortes">Penaklukan hernando cortes</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="panglima yang membakar kapal">panglima yang membakar kapal</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="panglima perang yang membakar kapal">panglima perang yang membakar kapal</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="panglima perang muda sejarah islam">panglima perang muda sejarah islam</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="membakar tekad">membakar tekad</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="membakar kapal di sepanyol">membakar kapal di sepanyol</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="Bahasa yg dipakai di mexiko">Bahasa yg dipakai di mexiko</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html" title="kapal cortes bakar">kapal cortes bakar</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.986 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/entrepreneurship-beranikah-anda-membakar-kapal-anda%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emak Naik Haji Dengan Dinar…</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Baitullah]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Untuk Perencanaan Haji]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[menunaikan kewajiban]]></category>
		<category><![CDATA[ONH]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilannya sejak awa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Ada film yang menyentuh tentang  kerinduan hamba Allah untuk memenuhi panggilanNya pergi ketanah suci  menunaikan ibadah haji, Emak Ingin Naik Haji yang hari-hari ini banyak  diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.
Mengapa film ini popular – saya rasa karena kedekatan  ceritanya dengan realita yang kita hadapi.  Hampir seluruh  muslim/muslimah yang menghayati perintah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/emak.jpg" alt="" width="240" height="181" />Ada film yang menyentuh tentang  kerinduan hamba Allah untuk memenuhi panggilanNya pergi ketanah suci  menunaikan ibadah haji, Emak Ingin Naik Haji yang hari-hari ini banyak  diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.</p>
<p>Mengapa film ini popular – saya rasa karena kedekatan  ceritanya dengan realita yang kita hadapi.  Hampir seluruh  muslim/muslimah yang menghayati perintah Allah untuk menunaikan haji  bagi yang mampu ini, pasti sangat merindukan untuk bisa pergi berhaji.<span id="more-49"></span></p>
<p>Saya ingat perjuangan bapak-ibu saya  keluarga petani kecil di desa yang berusaha menyekolahkan 11 anaknya ke  jenjang perguruan tinggi. Sampai wafatnya bapak saya tidak kesampaian  naik haji (baru dapat kami badal hajikan sekian tahun setelah bapak  wafat); kemudian ibu saya sampai bertahun –tahun menangis setiap jum’at  karena merindukan Baitullah.</p>
<p>Alhamdulillah kerinduan  ini kesampaian dengan ijinNya semata; melalui perantaraan anak-anaknya  yang mau menabung sebagian besar penghasilannya sejak awal mulai  bekerja.</p>
<p>Begitulah beratnya upaya untuk menunaikan  kewajiban yang satu ini – maka Allah hanya mewajibkannya bagi yang  mampu.</p>
<p>Nah urusan mampu inilah yang berada di  medan upaya kita, hasil nanti biarlah Allah yang menentukannya. Seperti  kisah emak di film tersebut, meskipun pada akhir cerita dia pergi haji  melalui perantaraan nazar anak tetangganya  &#8211; dia telah  berusaha sekuat tenaga untuk dengan jerih payahnya sendiri bisa pergi  berhaji.</p>
<p>Masalahnya adalah mayoritas masyarakat  kita yang awam tidak menyadari hambatan  inflasi terhadap  pencapaian upaya untuk pergi berhaji ini. Si emak dalam film tersebut  diatas mengungkapkannya dengan sangat baik : kalau setahun dia hanya  bisa mengumpulkan satu juta, lima tahun lima juta, maka dia baru bisa  pergi haji pada usia 86 tahun – yang pada saat itupun uangnya tidak  cukup lagi karena entah berapa biaya pergi haji saat itu.</p>
<p>Wakhasil pertumbuhan tabungan haji kita bisa jadi kalah  dengan inflasi setiap tahunnya, sehingga niat suci ini bisa tergerus –  bersamaan dengan tergerusnya daya beli uang kita.</p>
<p>Di tulisan saya awal tahun ini, <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=139:dinar-untuk-perencanaan-haji-lebih-murah-lebih-nyaman&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Dinar  Untuk Perencanaan Haji</a>…saya sudah jelaskan teknis dan hitungan  kasarnya. Biaya pergi haji cenderung menurun dengan hitungan Dinar, bila  tahun 2000 ONH biasa setara 70 Dinar; tahun ini setara 20 Dinar; maka  dalam enam tahun kedepan (2015) ONH biasa dapat diprediksikan  berdasarkan statistik – hanya akan memerlukan 10 Dinar saja, Insyaallah  !.</p>
<p>Jadi, seandainya emak dan jutaan orang  Indonesia sadar akan kekuatan daya beli Dinar ini – upaya untuk memenuhi  panggilanNya dapat dilakukan dengan maksimal – sehingga lebih banyak  orang mampu pergi berhaji….insyaAllah.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="haji dengan dinar">haji dengan dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="biaya haji dinar">biaya haji dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="biaya haji dalam dinar">biaya haji dalam dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="haji dinar">haji dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="tabungan haji dinar">tabungan haji dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="biaya haji dengan dinar">biaya haji dengan dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="Naik Haji Dinar">Naik Haji Dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="dinar haji">dinar haji</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="haji berapa dinar">haji berapa dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html" title="berapa dinar untuk naik haji">berapa dinar untuk naik haji</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.607 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/emak-naik-haji-dengan-dinar%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah UJi Kadar Emas Ala Archimedes…</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengetahui kadar emas]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung kadar emas]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengukur kadar emas]]></category>
		<category><![CDATA[hukum Archimedes]]></category>
		<category><![CDATA[memeriksa keaslian Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[PT. Aneka Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[tabel timbangan air]]></category>
		<category><![CDATA[timbangan air]]></category>
		<category><![CDATA[timbangan air emas]]></category>
		<category><![CDATA[UJi Kadar Emas]]></category>
		<category><![CDATA[X-Ray Spectrometer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan  saya tentang memeriksa  keaslian Dinar menggunakan hukum Archimedes dua hari lalu ternyata  mengundang banyak sekali peminat. Hal ini mendorong saya untuk  menggunakan teori yang sama dalam pengujian kadar emas – yang mudah,  murah dan dapat dilakukan oleh masyarakat luas – hanya dengan berbekal  timbangan emas digital yang harganya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/berat.jpg" alt="" width="342" height="261" />Tulisan  saya tentang <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=298:tes-keaslian-dinar-yang-mudah-dan-murah&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">memeriksa  keaslian Dinar</a> menggunakan hukum Archimedes dua hari lalu ternyata  mengundang banyak sekali peminat. Hal ini mendorong saya untuk  menggunakan teori yang sama dalam pengujian kadar emas – yang mudah,  murah dan dapat dilakukan oleh masyarakat luas – hanya dengan berbekal  timbangan emas digital yang harganya di pasar mulai seratus ribuan.</p>
<p>Karena penggunaan hukum  Archimedes ini melibatkan pengetahuan tentang masa jenis dan perhitungan  yang agak njlimet, maka untuk mudahnya digunakan oleh masyarakat luas –  saya buatkan grafik dan tabelnya. Grafik dan tabel ini saya buat untuk  emas dengan dua jenis campuran yaitu emas-perak dan emas-tembaga.<span id="more-47"></span></p>
<p>Secara fisik emas yang  dicampur dengan perak akan dapat dilihat secara kasat mata berwarna  kuning muda; sedangkan emas yang dicampur tembaga akan berwarna kuning  kemerahan. Bila Anda ragu akan warnanya, gunakan saja pertengahan antar  keduanya.</p>
<p>Yang Anda butuhkan sekarang  adalah timbangan emas digital yang minimal bisa menampilkan dua angka  di belakang koma, gelas plastik kemasan air mineral (bisa dipotong  separuhnya bila emas yang akan Anda uji kecil, atau tempat air apa saja  dari plastik yang ringan bila yang akan diuji besar !) dan benang yang  kecil tetapi kuat untuk mengikat emas Anda.</p>
<p>Berikut cara pengujian emas  Anda dengan menggunakan grafik diatas :</p>
<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/uji.jpg" alt="" width="362" height="275" /></p>
<p>Pertama, timbanglah emas Anda dalam kondisi  normal dan catat berat yang tertera di timbangan. (Dalam contoh saya  gunakan cincin kuning seberat 9.84 gram; dan cincin ke-merahan seberat  4.66 gram)</p>
<p>2.  Kedua taruh plastik yang berisi  air yang kira-kira cukup untuk membuat emas Anda melayang didalamnya,  tidak menyentuh dasar dan tidak ada bagian emas yang diatas permukaan  air.</p>
<p>3. Tara  timbangan Anda, sehingga menunjukkan angka nol – dalam posisi air  diatas timbangan. (Bila Anda tidak bisa men-tara-nya menjadi nol, catat  angka yang tertera di timbangan pada posisi ini – kemudian setelah  disiisi emas – dicatat selisihnya).</p>
<p>4.     Sekarang  ikat emas yang hendak Anda uji dengan benang dan masukkan perlahan-lahan  kedalam air dengan memegang benangnya saja – sampai seluruh emas  terendam dalam air tetapi tidak menyentuh dasar gelas plastik. Kemudian  baca angka yang ditunjukkan oleh timbangan Anda. ( dalam contoh saya  tersebut diatas cincin kuning tercatat 0.55 gram, dan cincin kemerahan  tercatat 0.33 gram.)</p>
<p>5.     Selanjutnya bagi angka di  penimbangan no 4 (basah) dengan penimbangan di no 1 (kering) dan  nyatakan dalam persentase. (dalam contoh saya diatas, cincin kuning  menghasilkan angka 5.58 % dan cincin kemerahan menghasilkan angka 7.08  %).</p>
<p>6.     Yang  terakhir tarik garis mendatar dari sumbu y pada grafik diatas mulai pada  angka-angka persentase hasil perhitungan nomor 5 sampai menyentuh  grafik yang sesuai dengan emas yang diuji (emas kuning menggunakan  grafik kuning dan emas kemerahan menggunakan grafik merah). Pada titik  persentuhan grafik, tarik garis kebawah lurus sampai ke sumbu x – maka  itulah kadar karat emas Anda. ( dari grafik yang kedua diatas Anda bisa  lihat bahwa cincin kuning saya berkadar 21 karat dan cincin merah hanya  berkadar 12 karat).</p>
<p>Untuk <em>cross  check</em> hasil uji Anda dengan menggunakan grafik, kini gunakan tabel  disamping sebagai alat uji kedua. Prosedurnya sebagai berikut :</p>
<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/tabelmj.jpg" alt="" width="426" height="215" /></p>
<p>Lakukan lima langkah pertama yang sama  seperti pada uji yang pertama (butir 1 sampai dengan 5); kalau sudah  dilakukan di tahap pertama tersebut diatas ya tidak usah diulang !.</p>
<p>2.  Kemudian hasil persentase-nya cocokkan dengan table disamping, gunakan  kolom yang sesuai perkiraan campuran emas Anda (kasat mata dari warna).  (untuk cincin emas kuning saya, maka kolom % emas – perak yang saya  gunakan, angka 5.58 tidak ada di kolom ini tetapi berada diantara angka  5.38 dan angka 5.60 jadinya cincin kuning saya berkadar 21 karat lebih  tetapi tidak mencapai 22 karat ! ; untuk cincin kemerahan saya  menggunakan kolom % emas – tembaga; Ada angka yang pas yaitu 7.08 ; kita  tarik ke kolom karat akan ketemu pas 12 karat !).</p>
<p>Meskipun cara pengujian ini  mudah dan cukup akurat; hendaknya pengujian ini hanya digunakan untuk  kepentingan sendiri. Untuk kepentingan komersial, saya lebih  menganjurkan penggunaan alat-alat uji canggih seperti <em><a href="http://geraidinar.com/2008/07/quantum-leap-geraidinar-goldcheck-dan.php">X-Ray  Spectrometer</a> </em>seperti yang ada di GeraiDinar atau berbagai alat  uji canggih lainnya seperti yang dimiliki oleh Logam Mulia – PT. Aneka  Tambang.</p>
<p>Pengujian dengan teknis  yang saya uraikan diatas juga tidak akan bisa menguji dengan baik  apabila emas Anda bukan emas padat – yaitu bolong ditengahnya.</p>
<p>Masing-masing pengujian  selalu ada kelemahan dan kekurangannya ( alat uji yang canggih kelemahan  mendasarnya adalah harganya yang muahal !); namun diantara sekian  banyak cara pengujian, cara inilah yang menurut saya paling memungkinkan  untuk dilakukan oleh masyarakat awam secara luas.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="cara menghitung kadar emas">cara menghitung kadar emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="timbangan air emas">timbangan air emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="cara mengukur kadar emas">cara mengukur kadar emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="timbangan air">timbangan air</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="cara mengetahui kadar emas">cara mengetahui kadar emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="tabel timbangan air">tabel timbangan air</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="cara menghitung karat emas">cara menghitung karat emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="menghitung kadar emas">menghitung kadar emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="timbang air emas">timbang air emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html" title="alat pengukur kadar emas">alat pengukur kadar emas</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.952 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/cara-mudah-uji-kadar-emas-ala-archimedes%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sanering Uang Kertas, Lho Kok Masih Ada&#8230;?</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Gestapu]]></category>
		<category><![CDATA[Index harga beras]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan daya beli]]></category>
		<category><![CDATA[sanering Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[uang Won]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Waktu saya  balita, ada dua peristiwa menggegerkan yang terkait satu sama lain yaitu  Gestapu 1965 dibidang politik dan sanering Rupiah. Untuk urusan  politik, biarlah situs-situs politik yang mengulasnya.  Saya  hanya tertarik mengulas yang terkait dengan sektor finansial.
Waktu itu uang kertas Indonesia-Rupiah  lagi mengalami nasib yang tragis setelah dalam periode lima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/won.jpg" alt="" width="262" height="174" />Waktu saya  balita, ada dua peristiwa menggegerkan yang terkait satu sama lain yaitu  Gestapu 1965 dibidang politik dan sanering Rupiah. Untuk urusan  politik, biarlah situs-situs politik yang mengulasnya.  Saya  hanya tertarik mengulas yang terkait dengan sektor finansial.</p>
<p>Waktu itu uang kertas Indonesia-Rupiah  lagi mengalami nasib yang tragis setelah dalam periode lima tahun antara  tahun 1960 -1965   mencapai 650 % dan indeks biaya mencapai angka  438. Index harga beras mencapai 824, tekstil 717, dan harga Rupiah  anjlok tinggal 1/75 (seper tujuh puluh lima) dari angka Rp 160/US$  menjadi Rp 120,000 /US$.<span id="more-45"></span></p>
<p>Karena Rupiah yang sudah  tidak tertolong lagi ini, pemerintah waktu itu terpaksa mengeluarkan  kebijakan yang disebut Sanering Rupiah  yaitu memotong tiga angka  nol terakhir dari Rupiah lama menjadi Rupiah baru. Kebijakan ini  dituangkan dalam Penetapan Presiden atau Penpres No 27/1965 yang  menjadikan Rp 1,000 (uang lama) = Rp 1,- (uang baru).</p>
<p>Isu Sanering Rupiah juga sempat mencuat dipuncak krisis  politik bebarengan dengan krisis moneter Indonesia 32 tahun kemudian  yaitu antara tahun 1997-1998. Meskipun akhirnya Sanering Rupiah tidak  dilakukan, seandainya hal itu dilakukan pada tahun tersebut – ini juga  bukan hal yang mengejutkan – karena tiga angka nol yang pernah  dihilangkan pada tahun 1965 – ternyata balik kembali dalam waktu hanya  32 tahun tersebut.</p>
<p>Masih kuat diingatan  kita ketika kita kecil membawa uang Rp 1,- cukup untuk bekal sekolah,  saat ini anak kecil mana yang cukup berbekal Rp 1,000 untuk ke sekolah  ?. Sanering Rupiah memang bukanlah kebijakan yang populer untuk menjaga  nilai Rupiah, disisi lain membiarkan Rupiah pada angka ribuan atau  bahkan puluhan ribu seperti sekarang juga bukan hal yang praktis  sebenarnya. Bisa dibayangkan betapa seluruh sistem komputer keuangan  Dunia harus mengakomodasi empat digit tambahan karena ada mata uang yang  memerlukan empat digit memory lebih banyak dibandingkan dengan mata  uang lain di dunia.</p>
<p>Bila sanering tidak ada  dalam kamus moneter kita dewasa ini, tidak demikian halnya dengan Korea  Utara. Negeri yang diisolir oleh negara-negara lain gara-gara  bermain-main dengan nuklir tersebut, awal pekan ini men-sanering uang  Won-nya dengan menghapus dua digit dalam uang Won – Korea Utara. Uang  100 Won menjadi 1 Won; 1,000 Won menjadi 10 Won dst.</p>
<p>Yang lebih mengerikan adalah tidak semua uang Won lama bisa  ditukar dengan Won baru; Per orang hanya boleh menukarkan maksimum  100,000 Won. Bagi rakyat yang memiliki uang lebih dari 100,000 Won ;  maka kelebihan uang diatas 100,000 menjadi kertas sampah – yang tidak  bisa ditukar lagi menjadi uang. Inilah perampasan kekayaan rakyat secara  besar-besaran yang dilakukan oleh rejim pemerintah komunis negeri itu.   Memang akhirnya batasan tersebut dinaikkan menjadi 150,000 Won  untuk tunai dan 300,000 Won untuk rekening di bank; tetap saja  perampasan besar-besaran terjadi melalui mekanisme ’penghilangan’ nilai  uang kertas ini.</p>
<p>Memang ini terjadi di  Korea Utara, negeri yang kacau balau dalam segala hal. Tetapi  sesungguhnya sistem uang kertas mereka tidak jauh berbeda dengan sistem  uang kertas lain yang dipakai di seluruh dunia saat ini. Nilai tukar Won  sebenarnya juga tidak buruk-buruk amat, nilai resminya sebelum sanering  adalah 1 US$ sekitar 135 Won – hanya nilai realistisnya kira-kira  seperduapuluh dari nilai resminya – karena di pasar gelap orang menukar   2,000 Won s/d 3,000 Won untuk memperoleh 1 Dollar.</p>
<p>Katakanlah nilai realistik tersebut yang valid 2,000 Won s/d  3,000 Won per US$ ; ini masih tiga sampai empat kali lebih tinggi  nilainya dibandingkan dengan uang negeri lain yang kadang perlu angka  10,000 untuk mendapatkan 1 Dollar-nya.</p>
<p>Dengan  membuat perbandingan ini, tentu saya tidak berharap sama sekali akan  adanya sanering di negeri ini seperti yang terjadi di tahun 1965  tersebut diatas – karena kalau hal ini terjadi – pastilah <em>chaos</em> yang akan timbul.</p>
<p>Yang perlu kita sadari dan dilakukan oleh  masing-masing kita adalah mempertahankan – syukur-syukur bisa  meningkatkan daya beli – bukan mempertahankan atau meningkatkan  angka-angka. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk ini, seperti  mempertahankan asset terbesar Anda dalam bentuk stok atau komoditi– bila  Anda pandai berdagang; menanam pohon, pelihara kambing dan sejenisnya  bila Anda petani/peternak dst. Hanya bila Anda belum ketemu sektor riil  yang pas yang bisa Anda tekuni dengan baik, mempertahankan dalam bentuk  Dinar/emas adalah salah satu pilihannya yang mudah. Wa Allahu A’lam.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="kelebihan uang kertas">kelebihan uang kertas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="Politik sanering">Politik sanering</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="sanering 1965">sanering 1965</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="keuntungan uang kertas">keuntungan uang kertas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="kebijakan sanering">kebijakan sanering</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="manfaat sanering">manfaat sanering</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="sistem sanering">sistem sanering</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="isi kebijakan sanering">isi kebijakan sanering</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="NILAI UANG YANG TERDAPAT DALAM UANG KERTAS">NILAI UANG YANG TERDAPAT DALAM UANG KERTAS</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html" title="sanering uang">sanering uang</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.157 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/sanering-uang-kertas-lho-kok-masih-ada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaga Mudamu Sebelum Pensiunmu…</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[authanasia]]></category>
		<category><![CDATA[Authanasia of the Pension Funds]]></category>
		<category><![CDATA[faktor inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[government bond]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ludwig Von Mises]]></category>
		<category><![CDATA[menderita secara finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[risiko finansial inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sebelum Pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[system ekonomi ribawi]]></category>
		<category><![CDATA[Von Mises]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Di awal tahun 50-an ada  ekonom kondang Ludwig Von Mises yang menggambarkan kondisi para  pensiunan di Amerika Serikat sebagai orang-orang yang di-authanasia-kan oleh pemerintahnya  (seperti orang sakit keras yang dibiarkan meninggal tanpa pertolongan  ). Tulisannya yang berjudul Authanasia of the Pension Funds intinya menguraikan  bagaimana para pensiunan menderita dengan daya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/pension.jpg" alt="" width="300" height="289" />Di awal tahun 50-an ada  ekonom kondang Ludwig Von Mises yang menggambarkan kondisi para  pensiunan di Amerika Serikat sebagai orang-orang yang di-<em>authanasia</em>-kan oleh pemerintahnya  (seperti orang sakit keras yang dibiarkan meninggal tanpa pertolongan  ). Tulisannya yang berjudul <em>Authanasia of the Pension Funds</em> intinya menguraikan  bagaimana para pensiunan menderita dengan daya beli yang terus menurun  karena faktor inflasi.</p>
<p>60 tahun kemudian  sampai hari ini,  para pensiunan di Amerika dan juga para  pensiunan di seluruh dunia yang mengikuti system ekonomi ribawi-nya –  tetap saja secara umum menderita secara finansial dan seolah masih juga  di –<em>authanasia</em>-kan oleh pemerintahnya masing-masing yang tidak mampu  mengendalikan inflasi.<span id="more-43"></span></p>
<p>Bila inflasi  menyengsarakan para pensiunan, apakah lantas kondisi sebaliknya bila  terjadi deflasi akan memakmurkan mereka ?. Ternyata tidak juga. Di  negeri yang sama Amerika Serikat, yang saat ini tingkat suku bunganya  mendekati nol persen – ternyata para pensiunan juga malah terancam  kelangsungan penerimaan dana pensiunannya.</p>
<p>Mengapa demikian ?, karena selama ini para  pengelola dana pensiun mengandalkan instrumen finansial seperti  deposito, government bond dan sejenisnya sebagai unggulan investasinya.  Ketika deposito dan bond memberikan hasil yang sangat rendah, maka  putaran dana mereka tidak memadai lagi untuk menopang program santunan  yang berkelanjutan kepada para pensiunan.</p>
<p>Contoh yang konkrit juga terjadi di Jepang  yang sudah sejak lama menganut rezim suku bunga rendah. Pengelola dana  pensiun dari maskapai penerbangan terbesar negeri itu sampai harus  menegosiasikan ulang dengan para pensiunannya untuk menurunkan  penerimaan mereka. Pilihan yang sangat berat karena kalau penerimaan  pensiunan diturunkan akan lebih menyengsarakan mereka, sementara bila  dilanjutkan seperti semula perusahaannya yang tidak akan <em>survive</em>.</p>
<p>Jadi buah simalakamanya inflasi dan  deflasi bagi pensiunan adalah begini : Bila inflasi tinggi, para  pensiunan berkemungkinan untuk terus dapat menerima pensiunnya – tetapi  dengan daya beli yang terus menyusut. Sebaliknya bila terjadi deflasi,  kemampuan para perusahaan/pengelola dana pensiun untuk secara  berkelanjutan mampu membayarkan uang pensiun kepada yang berhak  menerimanya yang terancam.</p>
<p>Ketika Von Mises  menulis artikel tersebut diatas 60 tahun lalu dicuekin oleh  masyarakatnya, apa dampaknya ? ya itu tadi sampai kini para pensiunan di  Amerika Serikat tetap menderita.</p>
<p>Nah  bagaimana sekarang kita, agar sekian puluh tahun dari sekarang ketika  kita pensiun tidak menghadapi simalakama inflasi dan deflasi ini?.  Berikut adalah beberapa poin yang bisa dilakukan :</p>
<p>1). Mulai secara bertahap lindungi hasil  jerih payah Anda dari risiko finansial inflasi dalam bentuk benda riil  yang daya belinya bertahan.  Emas/Dinar; sawah, pohon,  ternak dlsb. adalah beberapa diantaranya.</p>
<p>2) Meskipun di tempat kerja Anda dapat  jatah pensiun yang dikelola perusahaan/pengelola dana pensiun. Jangan  terlalu mengandalkan dana pensiun ini – kemungkinan besarnya tidak akan  cukup untuk menopang hari tua Anda. Menabung benda riil tetap Anda  perlukan.</p>
<p>3) Bila perusahaan/pengelola dana pensiun  Anda mempunyai program yang mengijinkan Anda mengelola dana pensiun Anda  sendiri – ambil program ini dan kelola sendiri di sektor riil. Bila  belum mampu mengelola sendiri, cari mitra yang bisa mengelolanya sambil  Anda belajar sektor-sektor usaha yang menjadi minat Anda.</p>
<p>4) Banyak-banyak investasi pada diri Anda  sendiri sedari muda. Ikut pelatihan-pelatihan bidang usaha yang menjadi  minat Anda, banyak-banyak belajar berusaha.  Mencoba dan  gagal di usia muda – masih lebih baik dibandingkan mencoba dan gagal di  usia tua ketika sumber daya dan dana kita sudah tidak ada lagi. Tidak  semua eksperimen usaha ini membutuhkan biaya; di <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=331:jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50#mce_temp_url#">Pesantren  Wirausaha</a> Anda bisa belajar berusaha tanpa harus mengeluarkan satu  sen-pun biaya.</p>
<p>5) Banyak-banyak  investasi pada orang-orang di sekitar kita; mendidik mereka dan  membimbingnya. Mereka inilah yang akan menjalankan dan meneruskan usaha  kita setelah kita lanjut dimakan usia.</p>
<p>“<strong><em>Allhummaj’al khaira ‘umry  aakhirahu wa khaira ‘amaly  khawaatimahu wa khaira ayyaami yauma alqooka  fiih</em></strong>”, “<em>Ya Allah jadikanlah yang  terbaik dari umurku adalah akhirnya, dan yang terbaik dari amal  perbuatanku adalah penutupnya, dan  yang terbaik dari hariku  adalah  hari ketika aku bertemu denganMu</em>.”  Amin.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html" title="60% pensiunan menderita">60% pensiunan menderita</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html" title="artikel pengelolaan dana pensiun">artikel pengelolaan dana pensiun</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html" title="beranikah wirausaha di usia muda">beranikah wirausaha di usia muda</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html" title="dana pensiun di amerika setelah 60 tahun">dana pensiun di amerika setelah 60 tahun</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html" title="jaga mudamu sebelum pensiunmu">jaga mudamu sebelum pensiunmu</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.892 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/jaga-mudamu-sebelum-pensiunmu%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pinjaman Tanpa Beban Dari GeraiDinar Dan BMT Daarul Muttaqiin…</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[BMT Daarul Muttaqiin]]></category>
		<category><![CDATA[GeraiDinar]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan jangka panjang]]></category>
		<category><![CDATA[mengantisipasi potensi kerugian]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjaman Tanpa Beban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berbagai  tulisan saya di situs ini saya banyak sekali menekankan bahwa bila Dinar  hendak digunakan sebagai investasi, maka orientasinya harus jangka  panjang. Oleh karenanya yang cocok direncanakan dengan Dinar adalah  kebutuhan-kebutuhan jangka panjang seperti biaya sekolah anak, ongkos  naik haji, tabungan untuk pembelian rumah, dana pensiun dlsb.
Meskipun demikian tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/pinjam.jpg" alt="" width="353" height="246" />Dalam berbagai  tulisan saya di situs ini saya banyak sekali menekankan bahwa bila Dinar  hendak digunakan sebagai investasi, maka orientasinya harus jangka  panjang. Oleh karenanya yang cocok direncanakan dengan Dinar adalah  kebutuhan-kebutuhan jangka panjang seperti biaya sekolah anak, ongkos  naik haji, tabungan untuk pembelian rumah, dana pensiun dlsb.</p>
<p>Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri  bahwa kita juga sering menghadapi problem jangka pendek sesaat seperti  biaya pengobatan atau kebutuhan mendesak lainnya. Dinar Anda tentu juga  sangat berguna untuk kebutuhan yang mendesak tersebut.<span id="more-39"></span></p>
<p>Masalahnya adalah bagaimana bila kebutuhan  mendesak tersebut timbul pada saat harga Dinar rendah seperti hari-hari  ini ?, kalau Dinar dijual pada saat harga rendah sedangkan waktu beli  harganya masih tinggi – kan rugi ?. Disinlah letak keunggulan GeraiDinar  beserta para mitranya untuk tidak henti-hentinya mencari solusi terbaik  agar pengguna Dinar tidak dirugikan.</p>
<p>Untuk  mengantisipasi potensi kerugian seperti dalam kasus tersebut misalnya,  GeraiDinar bekerjasama dengan BMT Daarul Muttaqiin kini  dapat  memberikan fasilitas pinjaman tanpa beban apapun – dengan jaminan Dinar  Anda.</p>
<p>Jadi bila Anda  membutuhkan Rupiah dari Dinar Anda sedangkan saat itu harga Dinar lagi  rendah kalau dijual sayang, maka Anda dapat mengajukan pinjaman tanpa  beban (tanpa bunga, tanpa margin atau apapun namanya) dengan menyerahkan  Dinar yang Anda miliki sebagai jaminannya.</p>
<p>Anda bisa memperoleh  pinjaman tanpa beban ini sampai 90% dari harga beli Dinar Anda – mengacu  pada harga beli Dinar di GeraiDinar.Com.</p>
<p>Sebagaimana sifatnya pinjaman ini adalah  untuk kepentingan dana dharurat, maka pinjaman dibatasi waktunya  maksimal dalam 6 bulan. Bila dalam waktu tersebut peminjam belum  melunasi pinjamannya, maka Dinar yang digunakan sebagai jaminan akan  dijual pada harga yang berlaku saat itu.</p>
<p>Bila  ada kelebihan atas hasil penjualan ini maka sisanya akan dikembalikan  ke peminjam, atau sebaliknya juga demikian – bila hasil penjualan  jaminan tidak cukup untuk melunasi pinjaman – maka sisanya akan ditagih  kembali.</p>
<p>Pinjaman tanpa beban  untuk keperluan dharurat ini tidak diarahkan untuk keperluan komersial  atau konsumtif, jadi yang mengajukan pinjaman akan diminta menjelaskan  sifat dari kebutuhan dana dharurat tersebut sebelum pinjaman disetujui.  Persetujuan pinjaman adalah hak prerogatif BMT Daarul Muttaqiin.</p>
<p>Semoga tambahan solusi ini bermanfaat bagi  para pengguna Dinar. Amin.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="pinjaman tanpa agunan bmt">pinjaman tanpa agunan bmt</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="daarul muttaqiin">daarul muttaqiin</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="Gerai dinar">Gerai dinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="geraidinar">geraidinar</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="bmt tda">bmt tda</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="pinjaman di bmt">pinjaman di bmt</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="pinjaman tanpa bunga">pinjaman tanpa bunga</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="kredit tanpa agunan bmt">kredit tanpa agunan bmt</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="pinjaman dg jaminan pensiun tapi tanpa bunga">pinjaman dg jaminan pensiun tapi tanpa bunga</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html" title="pinjaman BMT tanpa anggunan">pinjaman BMT tanpa anggunan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.187 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/pinjaman-tanpa-beban-dari-geraidinar-dan-bmt-daarul-muttaqiin%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greenspan-Guidotti Rule : Harga Emas Dunia &amp; Peluang Meraih Kemerdekaan Kita…</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Al Ma’aarij 5 – 7]]></category>
		<category><![CDATA[Alan Greenspan]]></category>
		<category><![CDATA[Deputi Minister of Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Deret Fibonacci]]></category>
		<category><![CDATA[Greenspan-Guidotti Rule]]></category>
		<category><![CDATA[Kehancuran Uang Kertas Mengikuti Deret Fibonacci]]></category>
		<category><![CDATA[Pablo Guidotti]]></category>
		<category><![CDATA[The Federal Reserve Chairman]]></category>
		<category><![CDATA[US Treasury]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya mulai  menyempatkan diri untuk menulis di blog dua tahun lalu, ada tulisan awal  saya bertanggal 30 Desember 2007 yang berjudul Kehancuran Uang Kertas Mengikuti Deret  Fibonacci.  Karena pembaca saya saat itu belum sebanyak  sekarang, dan orang belum melihat buktinya – maka tentu lebih banyak  yang tidak percaya – [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/bill.jpg" alt="" width="336" height="276" />Ketika saya mulai  menyempatkan diri untuk menulis di blog dua tahun lalu, ada tulisan awal  saya bertanggal 30 Desember 2007 yang berjudul <a href="http://geraidinar.com/2007/12/kehancuran-uang-kertas-mengikuti-deret.html">Kehancuran Uang Kertas Mengikuti Deret  Fibonacci</a>.  Karena pembaca saya saat itu belum sebanyak  sekarang, dan orang belum melihat buktinya – maka tentu lebih banyak  yang tidak percaya – daripada yang percaya – saya tentu memaklumi hal  ini.</p>
<p>Kini hampir dua tahun kemudian coba kita  tengok kembali kebelakang. Ketika tulisan tersebut saya buat, harga  Dinar masih Rp 1,096,900 dan harga emas dunia berada pada angka US$  833.75; Menjelang dua tahun harga Dinar kini sudah mencapai Rp  1,588,590,- dan harga emas dunia sudah berada pada angka US$ 1,215.70.  Deret Fibonacci saya belum terbukti 100% memang, tetapi sudah sangat  dekat – tinggal sejengkal langkah lagi &#8211; untuk terbukti.<span id="more-36"></span></p>
<p>Ini mengerikan saya sendiri yang menulisnya karena berarti  kehancuran uang kertas itu begitu dekatnya. Kalau uang kertas  merepresentasikan peradaban jaman ini, mungkin ini salah satu tafsir di  surat Al Ma’aarij  5 – 7 berikut : “<em>Maka bersabarlah  kamu dengan sabar yang baik. Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu  jauh (mustahil). Sedangkan kami memandangnya dekat (pasti terjadi)</em>.”</p>
<p>Karena penasaran saya, kemudian saya berusaha mencari bukti  ilmiah lain yang bisa menjelaskan ke masyarakat zaman ini tentang  fenomena kehancuran uang kertas ini. Maka saya ambillah teori dari  dedengkotnya uang kertas abad ini yaitu Alan Greenspan (dahulunya The  Federal Reserve Chairman ) dan Pablo Guidotti (dahulunya  Deputi  Minister of Finance – Argentina).  Kedua orang ini  kemudian menghasilkan  apa yang disebut <em>Greenspan-Guidotti  Rule</em>,  saya singkat saja menjadi GGR untuk kemudahan penulisan berikutnya.</p>
<p>Inti dari GGR ini  sebenarnya sangat sederhana yaitu : “ <em>Suatu negara harus memiliki  cadangan yang minimal setara dengan hutang external jangka pendek (jatuh  tempo setahun atau kurang)</em>”.  Dengan kata lain rasio antara <em>reserve</em> dan hutang jangka  pendek minimal 1 ; bila kurang dari ini maka negara dalam bahaya  kebangkrutan ekonomi.</p>
<p>Untuk contoh, lagi-lagi  saya nggak mau menggunakan negeri sendiri takut ada yang marah. Maka  saya ambillah contoh negara yang sering secara <em>misleading</em> disebut sebagai   adi kuasa atau <em>super power</em> – Amerika Serikat.  Alasan lain saya pilih negara ini karena uangnya US$ selama ini dipakai  untuk mengukur harga emas internasional.</p>
<p>Bila GGR mensyaratkan rasio minimal 1 agar negara bebas dari  ancaman kebangkrutan, maka seperti apa peluang AS untuk bangkrut dalam  jangka pendek ?, marilah kita lihat cadangan dan hutang jangka  pendeknya.</p>
<p>Untuk cadangan, saat ini AS memiliki  8,133.5 ton emas senilai sekitar US$ 300 Milyar;  cadangan  strategis berupa minyak 725 juta barrel senilai sekitar US$ 58 Milyar;  dan menurt data IMF Amerika juga memiliki cadangan dalam mata uang asing  sebesar US$ 136 Milyar. Kalau di total dari tiga cadangan utama ini  hanya US$ 494 milyar, katakanlah ditambah lain-lain kita bulatkan saja  jadi US$ 500 Milyar.</p>
<p>Mari sekarang kita lihat  hutang jangka pendeknya. Menurut US Treasury, Amerika saat ini harus  me-<em>refinance</em>- sekitar US$ 2 trilyun hutang jangka pendek; ini diluar  defisit anggaran belanjanya yang mencapai US$ 1.5 trilyun, atau Amerika  membutuhkan US$ 3.5 trilyun dalam 12 bulan kedepan.</p>
<p>Ambil yang US$ 2 trilyun hutang jangka pendeknya dahulu;  kemudian kita lihat kemana mereka berhutang. Ternyata sejak tahun 1985  Amerika sudah menjadi negara yang  hutangnya lebih besar  ketimbang piutangnya ke negara lain (net debtor). Sekarang sekitar 44%  dari US$ 2 trilyun hutang tersebut adalah hutang terhadap pihak luar.  Artinya hutang Amerika jangka pendek yang harus segera dilunasi ke pihak  di luar Amerika saja telah mencapai US$ 880 milyar, yang jauh lebih  besar dari cadangan mereka yang hanya US$ 500 Milyar tersebut diatas.  Dari sini saja jelas Amerika akan segera menjadi negara yang gagal  berdasarkan <em>Greenspan-Guidotti Rule</em>.</p>
<p>Mungkin Anda akan berpikir bahwa sebagai negara besar,  Amerika pasti bisa mengatasi masalah ini. Tetapi nanti dulu, perlu  diingat bahwa bukan hanya terhadap hutang jangka pendek terhadap pihak  luar yang Amerika akan gagal – untuk membiayai total hutang yang US$ 2  trilyun dan defisit belanja yang US$ 1.5 trilyun  atau  total US$ 3.5 trilyun – sampai saat ini para ahli negeri itu juga belum  ketemu solusi yang bisa <em>sustainable</em> atau solusi yang  berkelanjutan.</p>
<p>Saving bangsa Amerika  saat ini hanya di kisaran US$ 600 Milyar pertahun; jadi kalau seluruh  saving ini untuk membiayai hutang dan kebutuhan jangka pendek-pun tidak  akan memadai. Mereka masih kekurangan dana sekitar US$ 3 Trilyun atau  sekitar 40 % dari GDP mereka.</p>
<p><em>Well</em>, tentu mereka akhirnya  punya solusi untuk ini – meskipun bukan solusi yang <em>sustainable</em>. Apa solusi itu ?;  mencetak uang dari awang-awang – atau dalam bahasa awam mereka <em>printing  money out of thin air</em>. Bahasa teknisnya bisa keren-keren seperti <em>quantitative  easing, debt monetizing</em> dlsb. Tetapi pertanyaannya sampai kapan mereka  dapat melakukan ini ?, kalau ada orang berhutang kepada Anda, setiap  kali ditagih terus menunda atau malah minta hutangan baru – apakah akan  Anda terus berikan ?. Inilah nampaknya yang mulai dilakukan China dan  India dengan mengurangi ketergantungannya pada US$ dan mulai secara  serius meningkatkan cadangan emasnya.</p>
<p>Lantas  apa hubungan ini semua dengan harga emas dunia ?; sederhana saja, kalau  harga emas sekarang senilai US$ 1,215.70 ; apa jadinya kalau US$ tidak  lagi dipercaya orang dan nilainya terus menurun, tinggal separuh,  tinggal seperempat (seperti yang kita alami tahun 97/98) dan seterusnya  ?. Maka harga emas dunia bisa berlipat ganda melebihi kelipatan yang  sebelumnya saya perhitungkan dalam  deret Fibonacci  tersebut diatas.</p>
<p>Fibonacci bisa keliru,  demikian pula dengan Greenspan dan Guidotti. Tetapi kehancuran system  ribawi sudah dipastikan di Al-Qur’an (QS 2 : 276) jadi 100% saya  percayai kebenarannya.</p>
<p>Lantas apa solusinya  bagi kita sebagai bangsa dan pribadi ?. Lagi-lagi balik ke Al-Qur’an  yang kebenarannya pasti : <em>“….Supaya kamu bertanam tujuh tahun  (lamanya) secara sungguh-sungguh; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu  biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan…”.</em> Ini cara Qur’ani untuk  mempersiapkan diri menghadapi paceklik panjang dimulai dari gempa  financial dahsyat yang epicentrum-nya US$ tersebut diatas. .</p>
<p>Dalam skala bangsa, kita punya seluruh  sumber alam yang kita butuhkan berupa laut, hutan, tambang, lahan-lahan  yang subur…maka tidak cukupkah waktu tujuh tahun kedepan  untuk  mengolahnya secara sungguh-sungguh dan mengelola penggunaannya secara  efisien ?. Kalau ini dapat kita lakukan, maka insyallah negeri ini akan  dapat bener-bener merdeka – mumpung system yang penjajah kita akan  segera kalah perang (ekonomi) – ingat tahun 45 kita diberi rakhmat Allah  berupa kemerdekaan (baru kemerdekaan fisik, belum kemerdekaan ekonomi,  pemikiran dlsb.) melalui kekalahan perang negeri penjajah kita waktu itu  !.</p>
<p>Ok, bicara negara dan bangsa mungkin  terlalu luas; bagaimana kalau kita mulai dari diri kita sendiri ;  bagaimana kalau kita berusaha secara maksimal untuk bisa memakmurkan  bumi tempat kita berpijak – sehingga dalam tujuh tahun kedepan kita bisa  benar-benar merdeka dari segala bentuk ketergantungan terhadap sesama  manusia – menjadi semata-mata hanya mengabdi, menyembah dan bergantung  hanya kepadaNya, “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya  segala sesuatu.” (QS 112 :2). Insya Allah Bisa !.</p>
<p>Bagi yang ingin membuat langkah konkrit dalam hal ini, dapat  bergabung dengan para peserta <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=264:pesantren-wirausaha-training-coaching-a-mentoring-untuk-menghasilkan-qowiyyun-amin&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Pesantren Wirausaha</a> – yang saat ini tengah  mulai berjibaku untuk bisa belajar memakmurkan sejengkal bumi Allah  yang diamanahkan ke kita di Jonggol-Bogor. Semoga Allah permudah kita  dengan amal yang diridloiNya, Amin.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="Alasan greenspan menggunakan easy money">Alasan greenspan menggunakan easy money</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="mencari solusi dengan deret fibonacci">mencari solusi dengan deret fibonacci</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="kenapa amerika serikat dijuluki negara adikuasa dan super power">kenapa amerika serikat dijuluki negara adikuasa dan super power</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="kemana amerika berhutang?">kemana amerika berhutang?</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="kehancuran uang kertas dimulai">kehancuran uang kertas dimulai</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="kehancuran sistem uang kertas">kehancuran sistem uang kertas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="kabardinar web id">kabardinar web id</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="hutang jangka pendek yang tidak pasti">hutang jangka pendek yang tidak pasti</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="hutang amerikan dan emas">hutang amerikan dan emas</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html" title="hutang amerika">hutang amerika</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.053 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/greenspan-guidotti-rule-harga-emas-dunia-peluang-meraih-kemerdekaan-kita%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila Krisis Menghantam (Perusahaan) Anda, Apa Yang Anda Akan Lakukan…?</title>
		<link>http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Al-ma’tsurat]]></category>
		<category><![CDATA[cirri-ciri atau karakter usaha atau produk yang sudah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[doa untuk perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkrutan perusahaan besar]]></category>
		<category><![CDATA[krisis finansial global]]></category>
		<category><![CDATA[memperhatikan usaha atau produk orang lain yang sudah maju]]></category>
		<category><![CDATA[nambahi]]></category>
		<category><![CDATA[nirokke]]></category>
		<category><![CDATA[straight forward]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabardinar.web.id/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Kita tahu bahwa  krisis finansial global sampai saat ini belum jelas ujung  penyelesaiannnya.  Di dalam negeri kita nampak adem ayem,  karena tahun depan ada dua gawe besar negeri ini yaitu pemilu legislatif  dan pemilu eksekutif. Jadi nggak ada yang ingin citranya rusak  gara-gara krisis.
Tetapi realita pahitnya  sudah mulai nampak; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://geraidinar.com/images/stories/bangkrut.jpg" alt="" width="320" height="225" />Kita tahu bahwa  krisis finansial global sampai saat ini belum jelas ujung  penyelesaiannnya.  Di dalam negeri kita nampak adem ayem,  karena tahun depan ada dua gawe besar negeri ini yaitu pemilu legislatif  dan pemilu eksekutif. Jadi nggak ada yang ingin citranya rusak  gara-gara krisis.</p>
<p>Tetapi realita pahitnya  sudah mulai nampak; hampir setiap hari kita membaca berita buruh yang  dirumahkan, PHK karyawan dan lain sebagainya.</p>
<p>Semoga hal ini tidak menimpa perusahaan  atau diri Anda; namun apa yang Anda akan lakukan bila yang terjadi  adalah sebaliknya ? bila perusahaan tempat kerja Anda terancam bangkrut  terkena imbas krisis finansial global dan Anda harus kehilangan  pekerjaan ?<span id="more-34"></span></p>
<p>Jangan keburu sedih dahulu !. kalau Anda  sabar dalam menerimanya- bisa jadi ini awal kebaikan bagi Anda.</p>
<p>Pertama saran saya  carilah buku do’a dan dzikir Rasulullah SAW (kalau Anda belum punya).  Yang paling sederhana dan <em>straight forward</em> adalah <em>Al-Ma’tsurat</em> yaitu kumpulan  do’a-do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.  Buku ini  diterbitkan oleh beberapa penerbit dengan berbagai versi dan ukuran –  pilih yang Anda <em>comfortable</em>.</p>
<p>Di dalam <em>Al-ma’tsurat</em> tersebut banyak sekali  do’a yang indah-indah untuk dibaca pagi dan petang; yang paling penting  untuk melawan krisis ini adalah di do’a berikut :</p>
<p><em>Allahumma  innii a’udzubika minal hammi wal khazan, wa a’udzubika minal ‘adzji wal  kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabati  al-daini wa khohri al rijaal. </em></p>
<p><strong>“Ya Allah saya  bersungguh-sungguh berlindung kepadaMu dari rasa susah dan sedih, dan  aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, dan aku berlindung  kepadamu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadamu dari  lilitan hutang dan tekanan orang lain.”</strong></p>
<p>Sambil kita mohon  pertolongan dan Do’a kepadaNya,  yang harus kita lakukan adalah ikhtiar  yang sungguh-sungguh.</p>
<p>Sadarilah  bahwa ‘kebangkrutan’ perusahaan besar tempat Anda bekerja sebelumnya  bisa jadi memang sudah seharusnya terjadi. Perusahaan-perusahaan besar  (yang bangkrut tersebut) rata-rata bagus pada jenis pekerjaan atau  produk yang telah lewat; tetapi belum tentu bagus untuk pekerjaan/produk  masa kini maupun masa datang.</p>
<p>Untuk masa kini dan masa datang dibutuhkan  usaha-usaha kecil yang dapat bergerak cepat dan luwes. Inilah peluang  Anda untuk menciptakan usaha-usaha kecil yang dapat bergerak sangat  cepat dan luwes ini dibidang keahlian Anda masing-masing.</p>
<p>Masih belum punya  ide usaha ?; jangan pula khawatir &#8211; Anda tidak harus memulai segala  sesuatunya dari nol.</p>
<p>Ada  kearifan jawa – yang konon bisa jadi waktu penjajahan Jepang dahulu –  Jepang belajar dari kearifan ini dan dan dijadikan oleh-oleh  kenegerinya, yang kemudian membuat mereka  sangat maju  selepas perang dunia II – wow -! Apa itu ?.</p>
<p>Ada yang menyebut  kearifan ini 4 N, ada yang menyebutnya 3 N karena dua diantaranya mirip.</p>
<p><strong>N</strong> pertama adalah <em>namatke</em> yaitu memperhatikan  usaha atau produk orang lain yang sudah maju.</p>
<p><strong>N</strong> kedua adalah <em>niteni</em> atau memperhatikan sambil  mengidentifikasi cirri-ciri atau karakter usaha atau produk yang sudah  sukses. N Pertama dan N yang kedua ini yang sering juga digabung.</p>
<p><strong>N</strong> ketiga adalah <em>nirokke</em> atau menirukan dari  usaha atau produk yang sudah berhasil di pasar.</p>
<p><strong>N</strong> keempat adalah <em>nambahi</em> yaitu menambahkan atau  memodifikasi model usaha atau produk yang sudah teruji di pasar.</p>
<p>Kalau dengan  meniru (dan nambahi) saja Jepang bisa sangat maju seperti sekarang,  apalagi kalau Anda punya ide-ide yang orisinil, maka insyaallah Anda  akan memiliki peluang sukses yang sangat besar &#8211; di kala dunia sedang  krisis sekalipun.</p>
<p>Syaratnya  apa untuk kesuksesan ini ?; ya kembali ke do’a yang diatas tadi. Anda  tidak perlu bersedih; Anda tidak boleh lemah dan malas, Anda harus  menjadi pemberani dan tidak kikir, Anda tidak perlu mengandalkan hutang  pada siapapun sehingga  Anda bisa bebas dari tekanan orang  lain !. Wallahu A’lam. (diambilkan dari materi training <em>Center for  Islamic Entrepreneurship Development</em>/CIED).</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="doa untuk perusahaan">doa untuk perusahaan</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="do\a untuk perusahaan">do\a untuk perusahaan</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="perusahaan besar yang bangkrut">perusahaan besar yang bangkrut</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="doa buat perusahaan">doa buat perusahaan</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="doa perusahaan">doa perusahaan</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="allahumma inni audzubika minal hammi wal khazan">allahumma inni audzubika minal hammi wal khazan</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="perusahaan2 besar yg bankrut">perusahaan2 besar yg bankrut</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="krisis yang menimpa perusahaan dalam negeri">krisis yang menimpa perusahaan dalam negeri</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="krisis perusahaan">krisis perusahaan</a></li><li><a href="http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html" title="KRISIS MENIMPA PERUSAHAAN">KRISIS MENIMPA PERUSAHAAN</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.998 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kabardinar.web.id/bila-krisis-menghantam-perusahaan-anda-apa-yang-anda-akan-lakukan%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

